Rasa rendah diri merupakan suatu kondisi ketidak mampuan seseorang untuk menghargai dan menerima diri sendiri, agar memiliki kedudukan sejajar dengan orang lain, merasa memiliki hambatan dalam segala hal, dan dirinya merasa punya kekurangan.

Remaja banyak menghadapi masalah yang berasal dari keadaan rasa rendah diri. Masalah-masalah tersebut antara lain: membolos, penyalahgunaan zat/obat terlarang, kenakalan remaja, kriminalitas, dan lain-lain.

Perasaan rendah diri dapat muncul sejak usia anak-anak dan dapat muncul juga ketika remaja. Untuk itu keadaan rasa rendah diri ini perlu mendapatkan perhatian yang serius oleh karena penanganan yang tepat dapat menghindarkan remaja dari problem kegagalan masa depan.

Faktor Penyebab Rendah Diri

a. Faktor Endogen (dari dalam):

  • menyandang disabilitas
  • merasa kurang cerdas
  • faktor bawaan (genetika)

b. Faktor Eksogen (dari luar):

  • pengaruh lingkungan (keluarga, sekolah, pergaulan)
  • sakit: depresi, skizophrenia

Ciri-ciri Rendah Diri

Berikut ini merupakan ciri-ciri seseorang yang mengalami rasa rendah diri:

  • merasa kesepian, tertekan, dan tidak bahagia
  • sukar bersosialisasi dengan orang lain
  • memiliki perasaan takut ditolak orang
  • terlalu hati-hati saat mendekati orang sehingga berkesan terlalu kaku dan formal
  • bertindak kaku seakan-akan sadar akan keadaan dirinya yang begitu banyak kelemahan
  • memiliki perasaan curiga pada orang lain
  • merasa tidak percaya bahwa dirinya memiliki kelebihan
  • memiliki kesulitan untuk tampil dimuka umum

Rendah Diri Pada Remaja

Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, yaitu pada kisaran umur 11-21 tahun. Fase ini merupakan masa-masa sulit bagi remaja, pendidik maupun orang tua.

Remaja mulai memiliki inisiatif untuk menyampaikan kebebasan dan haknya untuk mengemukakan pendapatnya sendiri. Hal tersebut dapat menimbulkan ketegangan dan perselisihan dan memicu konflik, sehingga dapat menjauhkan diri dari keluarganya. Jadi, suatu keadaan yang tidak dapat memberikan rasa percaya diri pada remaja pada akhirnya menimbulkan rasa rendah diri pada remaja tersebut.

Untuk mengatasi rasa rendah diri maka sebaiknya remaja dapat mengembangkan konsep diri yang sehat, yaitu dengan cara:

  • Mempelajari diri sendiri, dengan melihat sifat-sifat kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri sendiri. Kita dapat mengetahui sifat=sifat tersebut dengan menanyakannya pada orang-orang di sekitar kita. Setelah kita tahu kelemahan dan kelebihan kita maka kita dapat lebih tahu siapa diri kita yang sebenarnya.
  • Belajar peka terhadap saran dan kritik dari orang lain tentang diri kita sehingga kita makin kaya akan pengenalan diri kita sendiri.
  • Mengembangkan kemampuan diri semaksimal mungkin.
  • Menerima dan mengakui diri sebagai manusia biasa dengan segala kekurangan dan kelebihan serta kekurangannya.
  • Berpikir positif tentang diri kita dan orang lain.
  • Bergaul dengan banyak teman.
  • Mengikuti kegiatan-kegiatan positif dalam usaha menemukan bakat-bakat kita.

Tentu saja dalam mengatasi keadaan rendah diri ini tidak semudah orang membalik telapak tangan tetapi perlu proses yang panjang (dapat bertahun-tahun). Tetapi orang yang memiliki kemauan kuat untuk berubah pasti akan berubah karena kepribadian kita bersifat dinamis.

Selamat mencoba………

Kredit: M. Ninik Handayani, S.Psi.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *