Saat mendengarkan musik, sering alam bawah sadar kita terbawa dan tenggelam dengan suasana. Ya, musik bisa memengaruhi suasana hati kita. Tetapi, hal itu rupanya berdampak pada langkah kita berinteraksi dengan dunia pada tingkat yang lebih dalam, dengan meningkatkan fungsi kognitif. Dengan mendengarkan musik bisa membantu menjaga otak Anda selalu tajam dan aktif sejalan bertambahnya umur. Menurut Time, musik membantu mengaktifkan berbagai bagian otak yang terkait dengan pengaturan emosi, peningkatan mood, perhatian, dan memori yang pada gilirannya, masing-masing mengarah di hasil kesehatan otak yang lebih bagus.

Kenyataannya, manfaat meditasi untuk kesehatan mental mungkin sangat mirip dengan efek mendengarkan musik. “Baik meditasi dan mendengarkan musik mempunyai potensi menjadi alat yang baik untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan,” Kim Innes, seorang profesor epidemiologi di Sekolah Kesehatan Masyarakat Universitas West Virginia.

Tetapi, tipe musik yang Anda mainkan tentu saja bisa membuat perbedaan — Dengan mendengarkan musik heavy metal tentu saja tidak membuat Anda merasa tenang. Beberapa macam musik malah bisa mengakibatkan stres, karena ketukan lagu yang Anda mainkan bisa mengatur detak jantung Anda, irama yang lebih intensif bisa mempunyai dampak negatif pada kondisi emosional Anda, sementara suara yang lebih lembut serta lebih santai berdampak positif pada keadaan kejiwaan Anda. Tetapi, ini bisa saja subyektif, karena setiap orang mempunyai selera yang berbeda

Musik membantu melatih otak

melatih otak

Sama seperti saat Anda bermain teka-teki sudoku dan teka-teki silang, mendengarkan musik menawarkan kesempatan lain untuk melatih otak Anda, dan membuat otak berpikir lebih tajam. “Ada banyak hal yang merangsang otak seperti yang dilakukan musik,” kata seorang pakar THT kepada Johns Hopkins Medicine. “Bila Anda ingin otak Anda masih tetap terlibat selama proses penuaan, mendengarkan atau memutar musik ialah alat yang hebat. Musik memberikan latihan otak total.”

Disamping memengaruhi proses neurologis dasar seperti pengaturan suasana hati dan respons emosional, mendengarkan musik melibatkan banyak perhitungan. Dengan mencoba mengikuti ketukan dan mengingat liriknya, otak Anda mendapatkan cukup banyak latihan. “Musik itu sistematis, matematis, dan arsitektural. Ini didasari pada hubungan di antara satu nada dan nada selanjutnya. Anda mungkin tidak menyadarinya, tapi otak Anda harus melakukan banyak komputasi untuk memahaminya,” tambah ahli THT lainnya.

Musik yang Anda pilih bisa untuk dimainkan dan dapat memberikan banyak manfaat. Dengan menemukan jenis atau genre yang pas untuk Anda, Anda bisa membuat diri Anda merasa baik dan berpikir lebih baik lagi.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *