Perkembangan Anak secara  umum ada beberapa macam, yaitu:

  • Perkembangan Motorik (halus dan kasar)
  • Perkembangan Kognitif
  • Perkembangan  Emosi
  • Perkembangan Sosial
  • Perkembangan Moral

Di sini akan lebih banyak dijelaskan mengenai  perkembangan kognitif . Perkembangan kognitif ini mengacu pada cara anak berpikir, membuat alasan dan memecahkan masalah.  Menurut Piaget perkembangan kognitif pada usia anak dapat dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu:

  • Umur 0-2 tahun (sensori motorik)
  • Umur 2-6 tahun (pre operational)
  • Umur 6-11 tahun (operational konkrit)
  • Umur 11/12 sampai dewasa (operational formal)

Anak Usia Dini

Di Indonesia sendiri sering kita mendengar tentang istilah Anak Usia Dini. Beberapa hal tentang Anak Usia Dini ini adalah:

  • Anak usia dini adalah anak yang baru dilahirkan sampai usia 6 tahun.
  • Usia ini merupakan usia yang sangat menentukan dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak
  •  Usia dini merupakan usia di mana anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Usia dini disebut sebagai usia emas (golden age).

Hakikat anak usia dini (Bredecam dan Copple, Brener, serta Kellough, dalam Masitoh dkk., 2005)

  • Anak bersifat unik.
  • Anak mengekspresikan perilakunya secara relative spontan.
  • Anak bersifat aktif dan enerjik.
  • Anak itu egosentris.
  • Anak memiliki rasa ingin tahu yang kuat dan antusias terhadap banyak hal.
  • Anak bersifat eksploratif dan berjiwa petualang.
  • Anak umumnya kaya dengan fantasi.
  • Anak masih mudah frustrasi.
  • Anak masih kurang pertimbangan dalam bertindak.
  • Anak memiliki daya perhatian yang pendek.
  • Masa anak merupakan masa belajar yang paling potensial.
  • Anak semakin menunjukkan minat terhadap teman.

Perkembangan kognitif anak usia dini (2 -7 tahun) diantaranya sebagai berikut:

  • objek permanen
  • keyakinan bahwa non-makhluk hidup memiliki sifat-sifat manusia
  • ketidakmampuan untuk memahami sudut pandang orang lain.

Anak usia 6-11 tahun

Periode 6-11 tahun adalah titik balik dalam perkembangan kognitif.

  • Sekarang anak belajar untuk berpikir dengan cara yang lebih logis.
  • Sudah bisa melihat  perbedaan antara fantasi dan kenyataan

Untuk anak yang lebih muda, tidak ada perbedaan antara fantasi dan kenyataan. Untuk anak empat tahun, cerita kartun adalah nyata sedangkan tahun sepuluh tahun akan segera mengatakan bahwa tokoh kartun adalah imajiner.

Seorang anak kecil percaya bahwa bayi dapat dibeli dari rumah sakit sedangkan anak yang lebih tua akan memberitahu Anda bahwa bayi tidak bisa dibeli di rumah sakit.

  • Memahami sudut pandang pemikiran orang lain (empati vs egosentris)
  • Reversibilitas

Mari kita lakukan kegiatan berikut ini.
Tampilkan bola lumpur ke anak berusia empat tahun.. Membuat tempat tidur dari itu. Tunjukkan ke anak. Sekarang mengubah tempat tidur ini menjadi ular. Sekarang minta anak untuk membuat tempat tidur keluar lagi. Anak itu menunjukkan ketidakmampuannya.

Hal ini terjadi karena dia tidak dapat berpikir mundur dengan jelas melalui berbagai langkah, terutama pada anak usia dini. Pada masa kanak-kanak tengah ,  kemampuan ini mulai berkembang . Pada usia sebelas tahun, anak akan dapat melacak dengan keahlian semua mundur. Kemampuan ini untuk berpikir dan ikuti langkah-langkah mundur disebut Reversibility.

Baca juga:
Mengenal Lebih Dekat Autisme Pada Anak


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *