Mendidik anak dan merangsang kecerdasannya sejak masih dalam kandungan sebenarnya bukanlah hal yang aneh. Bahkan, orang tua dapat melihat perkembangan kecerdasan anaknya ketika masih berupa janin.

Untuk bisa seperti itu ada beberapa aspek yang harus diperhatikan oleh orang tua seperti terpenuhinya kebutuhan biologis, kasih sayang, dan stimulasi.

Ketika membahas tentang kecerdasan, hal ini tentu saja tidak bisa lepas dari masalah kualitas otak, yang dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Secara prinsip, perkembangan positif kecerdasan sejak dalam kandungan itu bisa terjadi dengan memperhatikan banyak hal.

Kebutuhan biologis (fisik)

Terpenuhinya kebutuhan biologis yakni berupa nutrisi untuk ibu hamil harus benar-benar terjaga. Asupan gizi untuk ibu hamil harus tercukupi, artinya, asupan protein, karbohidrat, dan mineralnya terpenuhi dengan baik.

Selain itu, seorang ibu hamil harus dijaga dari kemungkinan terkena penyakit yang dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin yang dikandungnya.

Kebutuhan nutrisi untuk ibu hamil itu sendiri, tidak hanya terpenuhi ketika ia mengandung saja, melainkan juga ketika ia siap untuk mengandung pun sudah harus lebih memperhatikan gizi, makanan, dan komposisi asupan nutrisinyanya, sehingga pada saat ia hamil, secara fisik sudah siap dan proses kehamilan akan berlangsung optimal karena terpenuhinya nutrisi tersebut.

Kebutuhan kasih sayang.

Ketika mendapati dirinya hamil, seorang ibu secara otomatis harus menerima kehamilan itu, artinya kehamilan yang terjadi tersebut, adalah benar-benar dikehendaki.

Tanpa adanya kasih sayang, proses tumbuh kembang bayi tidak akan berlangsung optimal. Apapun kondisinya, sang ibu hamil harus siap menerima resiko dari kehamilannya.

Resiko kehamilan yang dimaksud itu misalnya, ketika seorang wanita karier mendapati dirinya hamil, kemudian Ia merasa terbebani dan khawatir kehamilannya akan mengganggu pekerjaannya.

Wanita tersebut sebenarnya ingin hamil, namun juga merasa terganggu dengan kehamilannya. Kondisi yang demikian ini tidak kondusif untuk merangsang perkembangan bayi dalam kandungannya.

Perkembangan kecerdasan bayi sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor psikologis seperti: apakah si ibu hamil ketika menikah secara resmi atau kawin lari. Apakah pernikahan si ibu direstui atau tidak, dan apakah ada komitmen bersama di antara istri dan suami. Jika tidak ada komitmen di antara keduanya, maka kehamilan tersebut dapat dianggap mengganggu.

Selain support (dukungan) dari orang tua dan keluarga juga memiliki peran tidak kalah penting. Meskipun ada komitmen dari suami dan orang tua tapi tidak ada dukungan maka dapat mempengaruhi perkembangan dan rangsangan kecerdasan bayi dalam kandungan. Komitmen dengan suami, serta support dari orang tua dan keluarga sangat berpengaruh terhadap seorang ibu untuk dapat menerima kehamilannya dengan hati tentram.

Perhatian penuh ibu terhadap kandungannya.

Rangsangan dan sentuhan yang secara sengaja kepada bayi dalam kandungannya penting untuk dilakukan oleh seorang ibu ketika tengah mengandung. Secara emosional akan terjadi kontak antar ibu dan bayi yang dikandungnya. Jika ibunya gembira dan senang, sang ibu akan melepaskan neo transmitter zat-zat rasa senang, sehingga bayi dalam kandungannya juga akan merasakan senang.

Stimulasi ini akan lebih efektif ketika kehamilan sudah menginjak usia di atas enam bulan. Sebab, ketika berada pada usia tersebut jaringan struktur sel-sel otak pada bayi sudah mulai bisa berfungsi.

Agar didapatkan kondisi demikian, seorang ibu hamil harus tetap menjaga asupan nutrisi yang diperoleh dari makanan sehari-hari. Selain itu ibu harmil juga perlu mendapatkan imunisasi dan melakukan pemeriksaan serta konsultasi rutin dengan dokter kandungan secara berkala. Dari trimester awal hingga mendekati partus menjadi setiap minggu.

Bagi ibu hamil tidak disarankan meminum obat-obatan yang bisa merangsang perkembangan dan kecerdasan otak bayi. Akan lebih baik bagi ibu hamil untuk melakukan komunikasi dengan bayinya melalui sentuhan misal dengan mengusap perut, seolah-olah ngobrol dengan bayinya sambil mendengarkan musik klasik dan relaksasi.

Baca juga:
12 Manfaat Permainan Untuk Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *